Pengalaman lolos SBMPTN 2018 dan Perbedaannya dengan SBMPTN 2019

Assalamu’alaikum wr.wb.


Pertama, saya ingin minta maaf karena sudah hampir 1 bulan blog sederhana ini tidak ada update tulisan baru. Alasan saya tidak mempublikasikan tulisan baru untuk beberapa waktu ini, karena rencana saya yang ingin ‘merenovasi’ besar – besaran blog ini. Mulai dari mengganti domain, mengatur kategori post, hingga mengubah keselurahan template blog ini.
Saya baru berencana mempublikasikan postingan terbaru ketika rencana ‘renovasi blog’ tersebut terealisasikan. Namun, sepertinya rencana tersebut baru bisa saya laksanakan bulan Maret mendatang, sehingga untuk mempertahankan eksistensi saya sebagai seorang blogger (*eakk😆), saya perlu meng-update beberapa tulisan baru.
Baik, kita lupakan dulu rencana – rencana tersebut. Kali ini saya ingin membahas seputar SBMPTN atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri, mengingat beberapa bulan lagi SBMPTN 2019 akan dilaksanakan dan para pejuang PTN juga sepertinya mulai mengumpulkan berbagai informasi mengenai SBMPTN Tahun 2019. 
Sebelumnya, saya sudah menulis mengenai SBMPTN 2018 lalu di tulisan Jadi Peserta SBMPTN 2018. Saya adalah peserta yang berhasil pada SBMPTN Tahun 2018 lalu. Melalui jalur SBMPTN, saya bisa masuk salah satu Perguran Tinggi Negeri  dengan akreditasi sangat baik yang menjadi pilihan pertama saya.

Bagaimana SBMPTN di Tahun 2018?


Cukup sederhana. Dimulai dari pendaftaran online pada Maret 2018, yang mana kita dapat memilih 3 jurusan dan PTN yang kita idamkan, kita juga bisa memilih tipe ujian yang kita inginkan, yaitu dengan UTBC (Ujian Tulis Berbasis Cetak), atau UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer). Lalu informasi mengenai lokasi test kita nanti beserta nomor peserta, jadwal ujian, hingga nomor kursi kita akan muncul di kartu peserta SBMPTN yang siap dicetak.

Lokasinya?


Kota lokasi testnya itu menyesuaikan lokasi PTN yang kita pilih. Jika kita memilih semua PTN di jawa, maka kita harus ikut Test di Jawa. Oleh karena itu, jika hanya ingin ikut test di kota domisili kita saja, maka pilihlah setidaknya 1 PTN di kota kita.
Lokasi tesnya di tahun 2018 lalu itu, untuk UTBC di berbagai SMP dan SMA , sedangkan UTBK di gedung universitas atau gedung – gedung pemerintahan. Lokasi test ini tidak dapat kita pilih sendiri, sebab sistem akan otomatis mengacak lokasi tes kita. Jadi kita gak bisa tuh, pergi tes di tempat yang kita mau bareng teman kita. Karena memang konsekuensinya, kita bakal jadi orang yang sangat asing bagi orang lain saat hari tes nanti. Kecuali kamu kebetulan dapat lokasi tes yang sama dengan teman.

Tapi sistim lokasi diatas sepertinya sudah berbeda dengan sistim lokasi di SBMPTN 2019.

Alurnya?


Setelah pendaftaran, kita perlu membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 200,000,. di bank yang telah ditentukan. Lalu, kita cukup menunggu hari ‘pertempuran‘ tiba yang dilaksanakan pada bulan Mei di tahun 2018 lalu. Dan kalau sudah selesai mengikuti tes, kita tinggal menunggu hari pengumuman saja.
Saat itu saya mengikuti opsi Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) yang sangat mirip dengan sistim Ujian Nasional saat saya SD dulu,  yaitu dengan LJK beserta pensil 2B. Dan saya dengar, sistim tes dengan basis UTBC ini diterapkan terakhir kali di SBMPTN 2018, jadi untuk SBMPTN 2019 sepertinya udah nggak ada lagi Ujian dengan LJK ini.
Selama mengikuti SBMPTN 2018 dulu, yang pasti kita harus mempersiapkan diri, lalu tertib mengikuti semua alur dan aturan yang ada, terutama semua aturan saat ujian berlangsung. Sebab semua pengawas SBMPTN tegas, dan sangat tepat waktu.

Lalu bagaimana dengan SBMPTN di tahun 2019 ini?


Alur SBMPTN 2019 (Sumber : solopos.com)
Ada kebijakan baru dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk SBMPTN Tahun 2019 ini, yang membuat sistim SBMPTN tahun 2019 ini sangat berbeda dengan sistim SBMPTN di tahun – tahun sebelumnya.

Kalau tahun sebelumnya, kita hanya perlu melakukan satu kali pendaftaran dan satu kali tes. Maka di tahun ini kita perlu melewati beberapa pendaftaran dan bisa mengikuti maksimal 2x Tes.

Jadi, pendaftaran SBMPTN 2019 ini akan di buka pada 1 Maret – 1 April 2019 berupa pendaftaran untuk mengikuti UTBK.

Pendaftaran UTBK sendiri terpisah dari pendaftaran SBMPTN. hasil UTBK bukanlah berupa pengumuman kelulusan, UTBK diikuti untuk mendapatkan sebuah nilai yang nantinya akan kita daftarkan pada PTN untuk diseleksi bersama.

Jadi, berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana kita harus mengatur strategi pilihan PTN terlebih dahulu lalu belajar untuk menggapai passing grade atau daya tampungnya. Di tahun ini, kita perlu belajar dahulu untuk mengikuti UTBK dengan mendapat nilai setinggi mungkin, lalu hasil nilai tersebut akan kita atur atau targetkan untuk menembus sebuah jurusan pada pendaftaran SBMPTN nanti.

Sepertinya, SBMPTN tahun ini cukup rumit ya😅, tapi daya tampungnya naik loh minimal 40% di tahun ini.

Berikut jadwal SBMPTN 2019 :

(Sumber pada gambar)

Berikut Perbandingan/Perbedaan antara SBMPTN 2018 dan 2019 :

SBMPTN 2018 ;

  1. Ujian hanya dilakukan 1 kali,dan pada hari yang sama serentak di seluruh indonesia.
  2. Ujian terdiri dari TKPA ( Tes Kemampuan dan Potensi Akademik) dan TKD (Tes Kemampuan Dasar).
  3. Tipe ujian dapat dipilih, berupa UTBC (Ujian Tulis Berbasis Cetak) dan UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer).
  4. Alur; Pendaftaran > Ujian > Penentuan Kelulusan.
  5. Ujian Keterampilan (Bagi kelompok jurusan seni dan olahraga).
  6. Daya tampung minimal 30%.
SBMPTN 2019 ;
  1. Karena ujian dilakukan untuk mendapatkan nilai, dan terpisah dari pendaftaran seleksi. Maka bisa mengikuti ujian hingga 2x untuk mendapatkan nilai yang maksimal, dan terdapat sesi masa yang cukup panjang untuk jadwal ujiannya.
  2. Ujian terdiri dari TPS (Tes Potensi Skolastik) dan TKA (Tes Kompetensi Akademik).
  3. Ujian 100% berbasis komputer (Basis cetak sudah ditiadakan).
  4. Alur; Pendaftaran UTBK > Ujian > Dapat Nilai > Pendaftaran PTN > Pengumuman Kelulusan.
  5. Seleksi Portofolio (Bagi kelompok jurusan seni dan olahraga)
  6. Daya tampung minimal 40%.
Oh iya, tambahan informasi, biaya pendaftaran SBMPTN 2019 masih sama yaitu sebesar Rp.200,000 untuk setiap tesnya.

Dan mereka yang bisa mendaftar adalah maksimal angkatan lulus tahun 2017, dan minimal angkatan lulus tahun 2019, dengan bukti berupa surat tanda lulus atau ijazah. Untuk tips mengikuti SBMPTN? Saya tulis nanti yah, ditulisan yang lain😁.

Terimakasih atas kunjungannya, jika ada yang ingin ditanyakan seputar SBMPTN, atau ingin memberikan masukan jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar.

Info lengkap seputar SBMPTN 2019, juga bisa kita kunjungi di https://ltmpt.ac.id

– Raya Putra-
Please follow and like us:

17 komentar untuk “Pengalaman lolos SBMPTN 2018 dan Perbedaannya dengan SBMPTN 2019”

  1. di jaman saya dulu namanya UMPTN. ada lagi yang lebih old : sipenmaru.Semoga sukses ya ujiannya, rajin belajar karena rajin belajar adalah bagian dari ikhtiar. Semoga kesuksesan senantiasa menyertai

  2. saya sudah lupa saya ikut ujian apa masuk universitas, tapi saya lolos pilihan kedua. Ya dijalani saja, walaupun akhirnya saya berpindah jurusan karena tidak merasa sesuai dengan akibat kehilangan kredit sebanyak 24
    dan itu sudah lamaaaaaa sekali hahaha

  3. Dulu jaman saya masih bernama UMPTN, dan jadi semacam hobby utk saya.. hehe. Sbg lulusan SMA di Makassar, menjajal kemampuan tes di kota Yogya waktu itu 1994, cukup keder karena merasa sulit bersaing. Tp nyatanya biasa2ji, saya lulus masuk UGM 1994, kemudian menjajal lagi UMPTN 1995 utk ke ITB. Lulus lagi. Hehehe, ujian jadi hobby saya. Berbekal buku tebal soal2 ujian yg sejak thn 1970an dikompilasi.

  4. Di zamanku namanya UMPTN. Saya dulu tesnya di Unhas, tidak mengenal satu pun dalam ruangan itu.

    Yang 2019 ini rumit ya. Saya juga sudah tanya teman dosen yang terlibat pada penerimaan mahasiswa baru.

    Kali ini Affiq baru ikut tahap SNMPTN. Itu saja berasa berdarah-darah tungguinnya hahaha. Ada sepekan ditongkrongi website-nya untuk input kelengkapan berkas. Fiyuh, swmoga mendapatkan hasil yang terbaik.

  5. Dulu saya lolos SNMPTN 2015 lalu krna berhubung jurusannya sangat dilarang sama orang tua ku jadi saya tidak ambil. Jadinya saya ikut SBMPTN 2015 sampai 2016 nda lolos mi, capekma untuk ikut tes. Jadi saya lanjutkan saja kuliah ku di poltek (daftar poltek 2015) dan ternyata bidang ilmunya enakji.

    Valuenya adalah harus memang dirasakan untuk benar2 mau menilai. Huftttt

    Makin tahun makin susah yah SBMPTNnya.

  6. Yampun, detailnya informasinya Raya, dulu yah waktu saya ikutan smbptn 2011 masih minim sekali info, sayanya juga sih masih belum akrab banget sama internet. Bagus ini untuk yang mau daftar kuliah selanjutnya, sudah bisa bayangkan juga gimana deg-degannya heuheu ��

  7. Definitely believe that which you said. Your favorite justification appeared to
    be on the internet the simplest thing to be aware of. I say to you,
    I certainly get annoyed while people think about worries that they plainly don’t know about.
    You managed to hit the nail upon the top as well as defined out the whole thing
    without having side effect , people could take a signal.

    Will likely be back to get more. Thanks

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *