Merdekakan Keindahan Pulau Kodingareng Keke dari Sampah

Suasana Pagi di dermaga penyeberangan menuju berbagai pulau wisata di Makassar

Pagi yang cerah menyambut kedatangan kami di dermaga saat itu. Hari kemerdekaan Indonesia yang ke 74 ini seperti mempermudah kami melaksanakan niat kami untuk jalan-jalan sambil membersihkan pulau Kodingareng Keke hari itu.

Cara menuju ke pulau Kodingareng Keke

Pulau Kodingareng Keke merupakan sebuah pulau yang tak berpenghuni. Berjarak kurang lebih 10 km atau sekitar 45 menit menggunakan speed boat dari tepi dermaga yang ada di kota Makassar. Untuk pergi kesana kita perlu menyewa kapal melalui dermaga penyeberangan kapal wisata yang berada tepat di seberang jalan Benteng Rotterdam.

Tarif penyewaan kapal menuju Pulau Kodingareng Keke yang ditawarkan di dermaga tersebut variatif. Mulai dari 700 ribu rupiah perkapalnya, bahkan bisa tembus hampir 1 juta rupiah tergantung momen saat anda ingin menyeberang kesana.

Apalagi pada momen hari kemerdekaan lalu dan bertepatan dengan akhir pekan, yang notabenenya hari seperti itu membuat banyak orang ingin mengunjungi pulau. Tarif kapalnya bisa sangat mahal. Tarif kapal yang kita sewa bisa ditumpangi hingga 8 orang dan 1 orang supir kapal yang siap menunggu anda selama di pulau tersebut. Jadi menyebranglah beramai-ramai dengan teman gengmu, biar bisa patungan. ๐Ÿ˜€

Berangkat ke Kodingareng Keke

Ok, kembali ke cerita awal. Waktu itu kami sedang mengikuti program hari merdeka yang diadakan Local Guides Makassar, Blogger Makassar yang bekerja sama dengan Ogi Travel. Programnya bertajuk “Memerdekakan Kodingareng Keke dari Sampah”, yang mana program tersebut merupakan program open trip special hari kemerdekaan. Agenda utamanya adalah membersihkan pulau Kodingareng Keke dari sampah.

Seperti apa Kodingareng Keke

Saya sendiri sebenarnya sudah untuk kesekian kalinya mengunjungi pulau tersebut. Pulau Kodingareng Keke memang sangat indah, Airnya berwarna biru dan sangat bening. Pasir di pulau tersebut juga putih, masih kosong tanpa penghuni. Hanya ada beberapa pohon kecil dan sebuah bangunan 3 lantai dengan dermaga di pulau tersebut. Selain itu karang lautnya juga sangat indah dan sangat cocok untuk dijadikan spot snorkelling maupun diving.

Namun ada sedikit kenyataan pahit yang harus kita hadapi. Di balik keindahan pulau Kodingareng Keke, masih ada sampah yang berserahkan di pulau itu, dan cukup menganggu pemandangan kita. Sampah itu mungkin datang karena terbawa oleh ombak laut, tapi juga kebanyakan sampah disana dibuang oleh pengunjung yang tidak bertanggung jawab dan meninggalkan sampahnya sembarangan.

Walau sampah disana memang terlihat tidak begitu banyak, dan tidak begitu menganggu aktifitas kita terutama saat di air. Namun sampah yang ada sangat berbahaya apabila kembali tertiup angin dan terbawa arus laut. Program kecil yang diadakan oleh 3 pihak ini merupakan agenda yang sangat bagus untuk menyelamatkan pulau dan laut Indonesia.

Hanya dengan ikut berkontribusi sebesar 170 Rupiah per-orang hari itu, semua kebutuhan trip dan kegiatan kita sudah terpenuhi. Mulai dari perlengkapan memungut sampah, makan siang, pelampung, hingga bendera yang dibagikan oleh para panitia.

Program dilaksanakan

Pagi itu terlihat ada sekitar 20an orang yang mengikuti program ini, dengan total 3 kapal yang berangkat. Di perjalanan, ombak air terasa sangat kencang. Rupanya hari kemerdekaan ini bukan hanya disambut dengan langit yang sangat cerah, tetapi gelombang laut yang cukup mendebarkan. Saking kencangnya ombak, speed boat harus berusaha melaju dengan sangat kencang dan ombak yang ada bahkan membasahi baju para peserta.

Setelah mengarungi laut selama kurang lebih 40 menit, akhirnya kapal memasuki area pulau Kodingareng Keke. Kita akan disambut oleh air yang berwarna biru muda dan sangat bening, sampai – sampai kita bisa melihat karang laut yang ada di bawahnya.

Pulau Kodingareng Keke

Kapal lalu bersandar ke pasir pantai. Benar saja, hari kemerdekaan membuat pengunjung pulau itu sangat ramai. Padahal di hari biasanya, pulau itu bahkan serasa pulau pribadi, biasanya hanya ada 1-2 kapal saja yang datang dan kita bebas berkelana disana. Namun di hari itu pengunjung benar-benar ramai, mulai dari warga Makassar sendiri, pengunjung dari luar Sulawesi, hingga turis mancanegara.

Kami miris melihat sampah di beberapa titik bahkan ada yang bertebaran di tepi pantai.

Setelah sesi perkenalan kami langsung membagi kelompok dan mulai memungut sampah yang ada dalam kantong-kantong yang dibagikan.

Beberapa peserta sedang memungut sampah

Hasilnya mengejutkan kami! Sampah yang terlihat memang tidak begitu banyak, namun nyatanya saat kami berpencar ke seluruh penjuru pulau, kami berhasil mengumpulkan hingga 8 kantong sampah. Walaupun beberapa kantong memang tidak penuh, namun sampah tersebut tetaplah cukup banyak. Tidak terbayangkan jika sampah-sampah tersebut perlahan terbawa arus laut.

Rayakan kemerdekaan di pulau Kodingareng Keke

Dengan tajuk “Memerdekakan Pulau Kodingareng Keke dari Sampah” yang dilakukan tepat pada hari kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2019 lalu. Tentu niat perjalanan dan kegiatan kami ini untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia. Cara kami merayakannya memang sederhana, hanya dengan membersihkan salah satu pulau indah negeri kita ini. Namun setiap langkah kecil yang kita lakukan untuk negeri kita akan menjadi langkah yang berdampak besar untuk negeri kita kedepannya.

Awalnya kami berencana membuat games kemerdekaan setelah membersihkan pulau. Namun arus laut dan waktu yang ada, tidak memberikan kami kesempatan yang cukup. Sehingga, setelah membersihkan pulau, kami mencari ranting pohon yang sudah jatuh dan ikut mengibarkan merah putih bersamaan dengan semua bendera kain kecil yang telah dibagikan ke semua peserta.

Air biru super beningnya Kodingareng Keke memang gak ada obat!

Setelah melakukan agenda utama kami, tentu saatnya untuk mengeksplorasi pulau, berfoto ria,berenang dan bersnorkelling. Pulau yang sudah semakin bersih setelah kegiatan kami membuat kami merasa semakin nyaman dan lega saat beraktifitas. Tidak ada lagi hal yang mengganggu pemandangan kita.

Pulau bersih semakin bebas untuk berfoto ๐Ÿ˜€

Berfoto ria di pasir putih, sudah tidak ada lagi sampah yang berserahkan dan menganggu hasil foto. Begitu pula saat berenang dan bersnorkelling, air jernih dan karang Kodingareng Keke memang bakal bikin kita terlena. Oh iya, dermaga di Kodingareng Keke juga spot yang bagus loh untuk berfoto.

Dermaga dengan view cantik di Kodingareng Keke

Sampah benar-benar memberi pengaruh yang luar biasa untuk membuat wisata kita tidak nyaman. So, kalian sudah ngerti kan pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan membawa kembali sampah yang kita hasilkan ketika berliburkan?

Mari kita sama-sama menjaga lingkungan indah negeri kita ini. Mulai dari langkah kecil untuk memungut sedikit sampah yang ada ketika kita melihatnya, atau mungkin mulai dari diri kita sendiri dulu untuk tidak membuang sampah disembarang tempat. Agar nantinya generasi penerus kita juga bisa merasakan indahnya negeri yang kita cintai ini.

Memerdekakan Kodingareng Keke dari sampah
Please follow and like us:

4 komentar untuk “Merdekakan Keindahan Pulau Kodingareng Keke dari Sampah”

  1. Pntai Kodingareng Keke cantik sekali yaa.. airnya masih biru bening, dan pasir putihnya eksotik sekali.. kepikiran ajak anak main2 di sini, pasti seru.. anyway salut sekali dgn inisiatif para blogger dlm kegiatan ini untuk menggiatkan bersih pantai.. semoga makin banyak yg terinspirasi dari hal positif ini.. Aamiin..

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *